MAKALAH
DESAIN INTRUKSIONAL
Dosen :Jaya, S.Ag, M.pd
Disusun oleh kel. 5:
Zulkifli
Rita novita
M.Sidik
Nanik yuliani
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAK. TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2009
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita keleluasaan dalam melaksanakan segala aktifitas kita, segala puji bagi Nya yng senantiasa memberi hidayah, maghfiroh dan inayah Nya..ya Allah lakalhamdu walakal syukru..
Senada dengan itu sholawatdan salam semoga selalu tercurah kepada rasululloh beserta keluarga dan seluruh sahabat- sahabatnya..
Perencanaan pembelajaran merupakan kegiatan yang sangat urgen dalam menentukan keberhasilan peserta didik,minimal keberhasilan dalam proses pentransperan pengetahuan/ pengajaran. Oleh karena itu kami mengangkat tema yang berkaitan dengan hal ini yang kami beri judul langkah – langkah perencanaan pembelajaran. Makalah ini kami susun sedemikian rupa dengan harapan semoga ada manfaatnya bagi kita semua dan kami meyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang membangun dari kawan sekalian, untuk itu semua kami ucapkan terima kasih.
Jambi, 23 oktober 2009
penyusun
A. PENDAHULUAN
Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki guru adalahkemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar.kemampuan ini membekali guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar. Belajar dan mengajar terjadi pada saat berlangsungnya interaksi antara guru dengan siswa untuk mencapai tujuan pengajaran. Sebagai proses, belajar dan mengajar memerlukam pelaksanaan yang seksama, yakni mengkoordinasikan unsur- unsur tujuan, bahan pengajaran, kegiatan belajar mengajar, metode dan alat bantu mengajar serta penilaian/ evaluasi. Pada tahap berikutnya adalah melaksanakantujuan tersebut dalam bentuk tindakan atau praktek mengajar.
Perencanaan sendiri menekan kan pada usaha menyeleksi dan menghubungkan sesuatu dengan kepentingan masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya. Apa wujud yang akan datang itu dan bagaimana usaha untuk mencapainya merupakan perencanaan.
Pendapat lain menyatakan perencanaan merupakan hubungan antara apa yang ada sekarang(what is) dengan bagaimana seharusnya (what should be) yang bertalian dengan kebutuhan,penetuan tujuan, prioritas, program, dan alokasi sumber. Bagaimana seharusnya adalah mengacu pada masa yang akan datang. Perencanaan disini menekan kan kepada usaha mengisi kesenjangan antara keadaan sekarang dengan keadaan yang akan datang di sesuaikan dengan apa yang di cita- citakan, ialah menghilangkan jarak antara keadaan sekarang dengan keadaan mendatang yang diinginkan.mak dalam menanggapi hal ini kita harus membuat langkah- langkah apa saja yng bisa dilakukan dalam menyusun perencanaan pembelajaran.
B. LANGKAH -LANGKAH DALAM MERENCANAKAN PEMBELAJARAN
Sebagai seorang tenaga pengajar(guru), aktivitas pekegiatannya tidak dapat di lepaskan dengan proses pengajaran. Sementara proses pengajaran merupakan proses yang sistematis, yang tiap komponennya sangat menentukan keberhasilan belajar anak didik. Pengajaran atau proses belajar mengajar tersebut, adalah proses yang diatur sedemikian rupa menurut langkah- langkah tertentu, agar pelaksanaannya mencapai hasil yang di harapkan. Pengaturan ini di tuangkan dalam bentuk perencanaan mengajar. Setiap perencanaan selalu berkenaan dengan proyeksi atau perkiraan mengenai apa yang akan dilakukan. Demikian hal nya dengan perencanaan mengajar, memperkirakan (memproyeksikan) mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada waktu melaksanakan pengajaran. Mengingat pelaksaan pengajaran adalah mengkoordinasikan unsur- unsur (komponen) pengajaran, maka isi perencanaan pun pada hakikatnya mengatur dan menetapkan unsur- unsur tersebut. Unsur yang dimaksudkan antara lain tujuan, bahan atau isi, metode dan alat, serta evaluasi/ penilaian.
Berbagai model dapat di kembangkan dalam mengorganisir pengajaran. Satu diantara model itu adalah model dick and carey (1985) dengan langkah- langkah sebagai berikut :
1. mengidentifikasi tujuan umum
Sebagaimana kita ketahui bahwa sasaran akhir dari suatu program pembelajaran adalah tercapainya tujuan umum pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, setiap perancang harus mempertimbangkan secara nendalam tentang rumusan tujuan pengajaran yang akan ditentukannya. Mempertimbangkan secara mendalam artinya untuk merumuskan tujuan umum pembelajaran harus mempertimbangkan karakteristik bidang study, karakteristik siswa, dan kondisi lapangan.
2. melakukan analisa pembelajaran
Dengan cara analisis pembeljaran ini akan di identifikasi keterampilan – keterampilan bawahan (subordinate skills). Jadi posisi analisis pembelajaran dalam keseluruhan desain pembelajaran merupakan prilaku prasyarat, sebagai prilaku yang menurut gerak fisik berlangsung lebih dahulu, prilaku yang menurut proses psikologis muncul lebih dahulu atau secara kronologis terjadi lebih awal, sehingga analisis ini merupakan acuan dasar dalam melanjutkan langkah- langkah dsain berikutnya.
3. mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa
mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa sangatperlu dilakukan untuk mengetahui kualitas perseorangan untuk dapat di jadikan sebagai petunjuk dalam mempreskripsikan stra tegi pengelolaan pembelajaran.
4. merumuskan tujuan performansi
menurut dick dan carey, menyatakan bahwa tujuan performansi terdiri atas :
• tujuan harus menguraikan apa yang akan di kerjakan, atau di perbuat oleh anak didk.
• Menyebutkan tujuan, memberikan kondisi atau keadaan yang menjadi syarat, yang hadir pada waktu anak didik berbuat.
• Menyebutkan kriteria yang di gunakan untuk menilai unjuk perbuatan anak didik yamg di maksud pada tujuan.
5. mengembangkan butir- butir tes acuan patokan
Tes acuan patokan terdiri atas soal- soal yang secara langsung mengukur istilah patokan yang di deskripsikan dalam suatu perangkat tujuan khusus. Istilah patokan (criterion) di pergunakan karena soal- soal tes merupakan rambu- rambu untuk menentukan kelayakan penampilan siswa dalam tujuan, keberhasilan siswa dalam tes ini menentykan apakah siswa telah mencapai tujuan khusus yang telah di tentukan apa belum, tes acuan patokan (criterion- reperenced test) di sebut juga tes acuan tujuan( objective- reperenced test).
6. mengembangkan strategi pembelajaran
Dalam strategi pembelajaran, menjelaskan komponen umum suatu perangkat material pembelajaran dan mengembangkan materi secara prosedural haruslah berdasarkan karakteristik siswa. Komponen strategi pembelajaran terdiri atas :
• kegiatan pra pembelajaran
• penyajian informasi
• peran serta mahasiswa
• pengetesan
• kegiatan tindak lanjut
7. mengembangkan dan memilih material pembelajaran
Dick and carey menyarankan menyarankan ada tiga pola yang dapat di ikuti oleh pengajar untuk merancang atau menyampaikan pembelajaran, yaitu :
• pengajar merancang bahan pembelajaran individual, semua tahap pembeljaran di masikkan ke dalam bahan, kecuali prates dan pascates.
• Pengajar memilih dan mengubah bahan yang ada agar sesuai dengan strategi pembelajaran. Peran pengajar akan bertambah dalam menyampaikan pembelajaran. Beberapa mungkin saja disampaikan tanpa bantuan pengajar, jika tidak ada, pengajar harus memberi penjelasan.
• Pengajar tidak memakai bahan, tetapi menyampaikan semua pembelajaran menurut strategi pembelajarannya yang telah di susunnya.
8. mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif
Mengapa evaluasi formatif perlu dilakukan? Karena evaluasi ini adalah salah satu langkah dalam mengembangkan desain pembelajaran yang berfungsi untuk mengumpul data untuk perbaikan pembelajaran.. dengan kata lain karena melalui evaluasi pormatif akan di temukan berbagai kekurangan yangterdapat pada kegiatan pembelajaran, sehingga kekurangan- kekurangan tersebut dapat di perbaiaki.
9. merivisi bahan pembelajaran
Mengapa merevisi bahan pembelajaran perlu dilkukan? Untuk menyempurnakan bahan pembelajaran sehingga lebih menarik, efektif bila di gunakan dalam keperluan pembelajaran, sehingga memudahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan.
10. mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif
Mengapa perlu dilaksanakan evaluasi sumatif? Karena melalui evaluasi sumatif dapat di tetapkan atau di berikan nilai apakah suatu desain pembelajaran, dimana dasar keputusan penilaian di dasarkan kepada keekfektipan dan efisiensi dalam kegiatan belajarmengajar. Oleh karena itu, evaluasi sumatif di arahkan kepada keberhasilan pencapaian tujuan yang telah di tetapkan, yang di perlihatkan oleh unjuk kerja siswa.
C. PENUTUP
Dalam menyusun atau mnentukan langkah- langkah perencanaan pembeljaran menurut dick and carrey ada sepuluh langkah yaitu :
1. mengidentifikasi tujuan umum
2. melakukan analisa pembelajaran
3. mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa
4. merumuskan tujuan performansi
5. mengembangkan butir- butir tes acuan patokan
6. mengembangkan strategi pembelajaran
7. mengembangkan dan memilih material pembelajaran
8. mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif
9. merivisi bahan pembelajaran
10. mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif
DAFTAR PUSTAKA
Nana sudjana. 2009. Dasar- dasar proses belajar mengajar. Bandung : Sinar baru Algesindo
Hamzah B. uno. Perencanaan pembelajaran. Jakarta : PT. bumi aksara
Kamis, 19 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
